Kapolresta datangi RS Bhayangkara dan TKP aniaya

Image
Sunday, 14 January 2018 | 12:00:36 WIB

PEKANBARU (nusapos.com)-Kapolresta Kbp Susanto.SIK.SH.MH mendatangi rumah sakit bhayangkara jalan kartini Pekanbaru utk melihat kondisi korban, setibanya di rumah sakit menuju ke ruang jenazah untuk melihat kondisi korban AM kemudian menyampaikan kepada dokter rumah sakit dan keluarganya korban yang ada saat itu utk dilakukan otopsi, turut hadir Kasat Reskrim, Kapolsek tampan yg lama Kp Rezi dan yang baru Kp Kariamsyah dan para awak media, kemudian Kapolresta Kbp Susanto.SIK.SH.MH berangkat meninggalkan rumah samit dan menuju lokasi Tkp jalan kubang raya utk melihat lokasi dan kondisi tempat kejadian penganiayaan itu. Sabtu 13/1/2018
 
 
Kondisi dan lakasi kejadian merupakan bekas bengkel mobil terbuat dari papan( semi permanen) bertingkat, tempat kejadian terletak dilantai dua yang strategis utk melakukan perbuatan asusila ( zinah) oleh bunga dan korban AM saat itu.
 
 
Nasib tragis dialami AM. Pria berusia 62 tahun itu meninggal dunia diduga akibat dianiaya, usai digerebek tengah bersama seorang wanita yang ditenggarai selingkuhannya di dalam kamar oleh istri kedua korban.
 
 
Peristiwa tersebut pada Sabtu (13/1/2018) pkl 00.30 wib, di Jalan Kubang Raya Kecamatan Tampan Kota Pekanbaru.
 
 
Korban berinisial AM saat bersama wanita lain diduga selingkuhan digerebek oleh istri keduanya berinisial SP serta beberapa orang lainnya,
 
 
AM dianiaya diikat dengan tali teyen( tali plastik) penganiayaan tersebut berbuntut dengan meninggal dunianya korban di tempat (Penggerebekan) tersebut sehingga korban meregang nyawanya.
 
 
Pasca kejadian itu, si istri kedua korban tersebut sudah diamankan ke Polsek Tampan bersama enam orang lainnya berinisial YD dan W. Kabar yang diperoleh dari salah seorang yang diamankan itu merupakan anak dari SP, istri kedua korban tersebut.
 
 
Kapolresta Pekanbaru Kombes Susanto mengatakan, pihaknya tengah mendalami dugaan penganiayaan yang dilakukan terhadap AM, pria 62 tahun yang tewas usai digerebek istri kedua dan anak tiri korban, lantaran berselingkuh dengan wanita lain. AM meninggal dunia dengan kondisi tangan terikat tali teyen( plastik)
 
 
Kapolresta Kombes Pol Susanto. SIK.SH.MH menyampaikan, saat di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Riau, ditempatkan jenazah AM sementara guna kepentingan otopsi. "Apakah ini memang sudah direncana sebelumnya dilakukan bersama-sama disertai niat dan ada faktor lainnya, biarkan tim bekerja sementara ini," ungkap Kapolresta.
 
 
Pembuktian apakah ada unsur Persekusi dalam kejadian tersebut, tentunya akan didukung dengan barang bukti yang diamankan jajarannya, termasuk rekaman video yang sempat diambil pelaku saat menggerebek dan menganiaya korban hingga meninggal dunia," tambah Kapolresta"
 
 
Adapun keenam orang terduga pelaku yang sudah diamankan terkait kejadian ini, antara lain istri kedua korban berinisial SP dan anak lelakinya berinisial AD. Sedangkan empat orang lainnya yakni YD, ES, Al dan W. Mereka sampai Sabtu siang masih diperiksa di Polsek Tampan.
 
 
AM meregang nyawa setelah istri keduanya menggerebek bengkel tempatnya bekerja, Jalan Kubang Raya pada Sabtu dini hari. SP ketika itu tidak sendirian, melainkan bersama anaknya AD dan empat lainnya. Pintu kamar didobrak lalu AM ditemukan bersama wanita berinisial Bunga.
 
 
Dari situ penganiayaan terjadi. Bahkan Almarhum diikat dengan tali, termasuk Bunga si wanita lain tersebut. "Diduga dan main hakim sendiri menyebabkan korban meninggal dunia. Anggota Polsek Tampan tiba setelah kejadian tersebut dan langsung memberikan bantuan membawa korban ke rumah sakit, namun sudah meninggal," pungkas Kapolresta.
 
 
SP dan lima orang tersebut, diantaranya anak lelakinya berinisial AD menggerebek AM saat bersama wanita lain bernama Bunga, di kamar bengkel tempat usaha almarhum di Jalan Kubang Raya pada Sabtu dini hari sekitar pukul 01.00 WIB. Wanita ini kesal lantaran menduga korban berselingkuh.
 
 
Di bengkel, anak korban yakni AD mendobrak pintu kamar. Ketika itu AM didapati sedang tidak berpakaian bersama Bunga, karena kesal melihat itu hingga berakhir dengan penganiayaan yang menyebabkan korban meregang nyawa. Bahkan keduanya diikat dengan tali plastik pada bagian tangan
 
 
Kapolresta Kombes Pol SusantSIK.SH.MH menyampaikan, dari penyelidikan awal, sepertinya ada unsur kalau penggerebekan tersebut sudah dipersiapkan Ini yang sedang didalami lebih lanjut, termasuk dari barang bukti. "Apakah barang bukti ini dibawa saat berangkat ke sana atau diambil dari TKP," tambah Kapolresta".
 
 
Kepolisian belum menetapkan siapa tersangka atas kejadian tersebut, karena keenam orang itu masih diperiksa intensif di Polsek Tampan, termasuk Bunga selaku saksi yang mengetahui bagaimana peristiwanya berlangsung. Namun dibenarkannya bahwa saat digerebek, AM dan Bunga tidak berpakaian di kamar.
 
 
"Dari enam orang ini sementara masih diperiksa, termasuk Bunga, dia ada di dalam kamar, dan keduanya saat itu memang tidak menggunakan pakaian. Apakah sengaja digerebek atau tidak itu masih proses, pemeriksaan dilakukan maraton," jawab Kapolresta, Sabtu siang.
 
 
Selain itu, pemeriksaan juga mengarah pada status/hubungan antara almarhum dan SP yang disebut-sebut sebagai istri kedua korban. "Apakah hubungan pernikahan mereka sah atau tidak kita cek surat-suratnya," pungkas Kapolresta.
 
 
Untuk diketahui, Persekusi sendiri adalah tindakan memburu seseorang atau golongan tertentu, yang dilakukan suatu pihak secara sewenang-wenang dan sistematis juga luas.Apakah perbuatan SP dan lima orang tersebut tergolong Persekusi, kasusnya masih didalami.


Sumber : Humas Resta Pekanbaru

Laporan : Juliardi

Editor : Red


loading...
Post
Riau

2 Pelaku Curas Dibekuk Polisi

2 bulan yang lalu
Post
Riau