Tingkat Kemiskinana Pelalawan Alami Penurunan Menjadi 10,78 persen

Thursday, 21 December 2017 | 22:40:18 WIB

PELALAWAN (nusapos.com)- Mempercepat pengentasan kemiskinan sesuai dengan amanat konstitusi bagi pencapaian tujuan nasional yang tertuang dalam pembukaan UUD 1945, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pelalawan melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Pelalawan menggelar rapat koordinasi (Rakor) tim koordinasi penanggulangan kemiskinan (TKPK) tahun 2017 diruang rapat kantor Bappeda Pelalawan, Rabu (20/12). Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh kepala organisasi perangkat daerah (OPD) dilingkungan Pemerintah Kabupaten Pelalawan, seluruh camat 12 Kecamatan se Kabupaten Pelalawan, perusahaan, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat dan masyarakat.

Dalam sambutan Bupati Pelalawan HM Harris yang dibacakan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Pelalawan Ir M Syahrul Syarif MSi mengatakan, negeri amanah ini merupakan suatu daerah yang memiliki karakteristik wilayah yang beragam. Dan bbahkan di Kabupaten Pelalawan terdapat satu daerah  yang belum bisa ditempuh melalui jalur darat yakni Kecamatan Kuala Kampar. Hal ini harus bisa jadi perhatian bersama, dimana garis kemiskinan banyak terdapat diwilayah yang karakteristiknya berada diwilayah pesisir dan sulit dijangkau.
    
" Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Pelalawan jumlah penduduk Pelalawan setiap tahun menunjukan peningkatan yang signifikan, dimana dilaporkan pada tahun 2015 jumlah penduduknya berjumlah 396.990 jiwa dan kemudian pada tahun 2016 mengalami peningkatan menjadi 407.205 jiwa. Hal ini dimaknai indikasi jumlah penduduk akan terus mengalami peningkatan disetiap tahunnya, dan bukan tidak mungkin jumlah penduduk miskin kita juga semakin meningkat. Berbicara kemiskinan tidak lepas dari tolak ukur laporan data dari 12 kecamatan yang ada di Kabupaten Pelalawan. Berdasarkan data BPS yang dilaporkan TNP2K, dimana jumlah penduduk miskin di Kabupaten Pelalawan mengalami penurunan. Pada tahun  tahun 2015 jumlah penduduk miskin berjumlah 47.530 jiwa atau 12,09 persen, pada tahun 2016 mengalami penurunan menjadi 45.354 jiwa atau 10,78 persen, walaupun terjadi penurunan kita jang berpuas diri. Pasalnya, Pemkab Pelalawan menargetkan angka kemiskinan menurun pada angka 8,5 persen pada tahun 2021 mendatang sesuai dalam RPJM 2016-2021," ujarnya.
    
Sambungnya, untuk mewujudkan semua itu, maka diperlukan kerjasama sistematis, terencana dan bersinergi anatar Pemerintah dengan dunia usaha serta masyarakat untuk mengurangi jumlah penduduk miskin dalam rangka meningkatkan derajat kesejahteraan rakyat Kabupaten Pelalawan. Agar syarat kordinasi kebijkan dan program penanggulangan kemiskinan terpenuhi ditingkat daerah, maka Pemerintah melalui Peraturan Presiden (Perpres) No.15 tahun 2010 tentang percepatan penanggulangan kemiskinan mengamanatkan pembentukan koordinasi penangulangan kemiskinan Provinsi, Kabupaten dan kota. TKPK daerah bertugas menganalisis kondisi kemiskinan daerah, merancang anggaran belanja yang efektif untuk penanggulangan kemiskinan serta menyusun instrumen yang tepat untuk melakukan koordinasi dan pengendalian program-program penanggulangan kemiskinan didaerah.
    
" Dan agar penangulangan kemiskinan dapat mencapai sasaran yang diinginkan, maka diperlukan data yang akurat dengan kriteria yang telah ditetapkan. Untuk itu, maka rakor ini kita gelar sebagai momen yang sangat strategis bagi semua pihak untuk memantapkan langkah, agar program penanggulangan kemiskinan di Kabupaten Pelalawan dapat terprogram secara strategis terutama dalam penentuan kebijakan lokasi dan sasaran. Jadi, saya meminta kepada tim yang terbentuk, dapat proaktif baik dalam memberikan bahan perencanaan, pemantauan maupun pemecahan masalah yang timbul dilapangan," pungkasnya. 


Sumber : Mcr

Laporan : -

Editor : Red


loading...
Post
Riau