Surau TV

Banner

Ribuan Muslim Pandeglang Gelar Aksi Solidaritas Rohingya

Image
Monday, 11 September 2017 | 23:50:00 WIB


Ribuan umat muslim Pandeglang lintas golongan yang tergabung dalam Forum Solidaritas Muslim Pandeglang (FSMP), memadati Alun-alun Pandeglang untuk melakukan aksi solidaritas terhadap umat muslim Rohingya di Myanmar, Senin (11/9/2017).

Aksi ini digelar sebagai bentuk kecaman kepada Pemerintah Myanmar yang telah melakukan kekerasan terhadap ratusan ribu etnis Rohingya. Massa menilai kebijakan Myanmar tersebut telah melanggar Hak Asasi Manusia. 

Dalam aksi solidaritas ini, massa juga mengumpulkan donasi dari masyarakat untuk disalurkan kepada etnis Rohingya melalui Harfa dan Aksi Cepat Tanggap. Hasilnya, terkumpul donasi sebesar Rp 80 juta.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Pandeglang, Tubagus Hamdi Ma’ani, menegaskan tindakan yang dilakukan elit pemerintahan di Myanmar merupakan sebuah perilaku yang keji. Untuk itu, ia bersama ribuan massa yang lain mengecam tindakan tersebut dan mendorong Pemerintah Indonesia berperan aktif dengan menjalin hubungan Diplomasi ke Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB), untuk mendesak dihentikannya tindakan kekerasan itu. 

"Kami dari MUI Pandeglang mendukung aksi solidaritas yang dilakukan. Kita mendorong Presiden RI untuk melakukan hubungan diplomatik langsung kepada PBB dan meminta PBB untuk segera menghentikan kegiatan-kegiatan yang sangat biadab," kecamnya.

Bahkan massa pun mendesak agar pemerintah segera memutuskan hubungan diplomatik dengan Myanmar sebagai bentuk protes atas penindasan umat Rohingya. Lebih dari itu, Ma’ani pun meminta kepada umat Budha dibelahan dunia lain, agar ikut menyuarakan penghentian kekejian di Myanmar.

"Makanya rekan-rekan kita yang beragama Budha dimanapun berada, supaya segera menyetop rekan-rekannya disana (Myanmar, red)," tegasnya.

Sementara itu, Ketua FSMP Aziz Nurdin menuturkan, aksi yang dilakukan ini merupakan bentuk solidaritas kepada Muslim Rohingya di Myanmar. Ia menilai, berbagai tindakan kekerasan yang menimpa etnis Rohingya tidak dibenarkan sama sekali apapun alasannya. 

"Sasarannya adalah dari Pandeglang untuk dunia yang namanya bentuk kekerasan apa pun tidak boleh ada, baik dari muslim terhadap non muslim maupun non muslim terhadap muslim," terangnya.

Pria yang juga ditunjuk sebagai Ketua Forum Komunikasi Pondok Pesantren Pandeglang ini melanjutkan, dari aksi kali ini, pihaknya pun berpesan agar kekerasan yang terjadi dibelahan bumi lain juga segera diakhiri. 

"Inilah aksi nyata kami terhadap kemanusiaan. PBB harus melihat aksi ini, betapa pentingnya arti kemanusiaan bagi kehidupan manusia itu sendiri," ujar Aziz. (np/rri)

 

Sumber :

Laporan :

Editor : 0

loading...
Post

Wabup Siak Tutup MTQ Siak

2 tahun yang lalu
Post

Penggunaan BOS di sekolah

2 tahun yang lalu