Surau TV

Banner

Pemerintah Minta Masyarakat Waspada Penipuan Modus Penerimaan CPNS

Image
Wednesday, 06 September 2017 | 13:35:55 WIB


Jakarta : Pemerintah melalui Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB)  membuka lowongan penerimaan CPNS tahap kedua di 60  instansi dan  satu  pemerintah provinsi yaitu Provinsi Kalimantan Utara.

Kepala Biro Hukum, Komunikasi dan Informasi Publik Kemenpan-RB, Herman Suryatman meminta masyarakat untuk berhati-hati agar tidak menjadi korban penipuan. Masyarakat dapat mengakses portal resmi milik pemerintah yaitu www.menpan.go.id dan situs milik BKN https://sscn.bkn.go.id dan portal masing-masing instansi yang membuka formasi penerimaan CPNS.

“Antispasi menghindari hoax maka masyarakat harus cerdas, jangan tergiur dengan iming-iming tidak jelas,” kata Herman kepada Radio Republik Indonesia, Rabu (6/9/2017).

Selain portal resmi milik pemerintah, calon pelamar juga dapat mencari informasi  ke media-media mainstream seperti Radio Republik Indonesia. Keterlibatan media mainstream untuk sosialisasi penerimaan CPNS adalah untuk mengantisipasi jaringan lambat di portal resmi akibat tingginya pengunjung.

“Kunjungan portal resmi kan padat dan membeludak sehingga lamanya akses, loading lama. Kalau ingin melihat, di media saja. Jangan sampai terjebak hoax terutama yang disampaikan oleh media tidak jelas. Kalau mau silahkan ke media mainstream,” terangnya.

Herman juga mengingatkan masyarakat untuk tidak tertipu, seolah-olah portal resmi miliki pemerintah padahal abal-abal. Motif  penipuan penerimaan CPNS adalah  ekonomi. Pihaknya telah melaporkan ke Bareskrim Polri,  Kementerian Komunikasi dan Informatika, akun abal-abal yang menipu masyarakat.

“Banyak juga seolah-olah portal resmi misal cpns.com, asn.com. Itu bukan portal resmi. Kalau akun resimi pemerintah itu go.id. Kalau dot com itu bukan portal pemerintah. Kalau mau silahkan ke media mainstream “.

“Motif mereka bisnis. Seolah-olah portal resmi sehingga mampu menarik banyak pengunjung. Kalau yang awan, lihat pengumuman cpns dan asn, dianggapa resmi. Ujung-ujungnya bisnis. Kalau banyak pengunjung, nanti ada iklan atau dapat uang lasung,” ungkapnya.

Herman meminta masyarakat melaporkan apabila ditemukan puangli dalam penerimaan CPNS baru. Perekrutan CPNS baru, mengisi  jabatan-jabatan strategis (core business) yang mendukung Nawacita dan pembangunan sebagai pengganti PNS yang pensiun, serta meningkatnya beban kerja beban kerja.

Penerimaan CPNS tahap pertama 19.210 formasi dan tahap kedua adalah 17.928 formasi. Sementara yang pensiun 100 ribu orang pertahun. Kendati sudah ada penerimaan CPNS namun jumlah dinilai masih kurang.

 “Jadi rekrutmen PNS baru jauh dibawah PNS yang penisun. Rasio masih negatif,” ujar Herman. (np/rri)

Sumber :

Laporan :

Editor : 0

loading...