Surau TV

Banner

Presiden Tegaskan Aksi Nyata Hentikan Kekerasan dan Krisis Kemanusiaan di Rakhine State

Image
Monday, 04 September 2017 | 12:25:44 WIB


Krisis kemanusiaan yang terjadi di Rakhine State, Myanmar, betul-betul mengusik perhatian pemerintah. Presiden Joko Widodo bahkan sampai memberikan pernyataan sekaligus menyesalkan aksi kekerasan yang terjadi di sana.

"Saya dan seluruh rakyat Indonesia, kita menyesalkan aksi kekerasan yang terjadi di Rakhine State, Myanmar," demikian Presiden menegaskan pada Minggu (3/9/2017) malam di Istana Merdeka, Jakarta.

Presiden menegaskan, perlu aksi nyata bukan hanya pernyataan kecaman-kecaman. Untuk itu, Pemerintah RI bertindak cepat dengan menginstruksikan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi untuk segera bertolak menuju Myanmar. Melalui Retno, Presiden Joko Widodo mendesak pemerintah Myanmar untuk secepatnya menghentikan aksi kekerasan dan memberikan perlindungan bagi semua etnis dan pemeluk agama serta memberikan akses bagi bantuan kemanusiaan.

"Saya telah menugaskan Menlu Republik Indonesia, Menteri Luar Negeri, menjalin komunikasi intensif dengan berbagai pihak termasuk Sekjen PBB Bapak Antonio Guterres dan Komisi Penasihat Khusus Untuk Rakhine State, Bapak Kofi Annan," imbuh Presiden.

Dalam pernyataannya itu, Kepala Negara sekaligus menyampaikan komitmen  Pemerintah RI untuk melakukan aksi nyata menghadapi krisis kemanusiaan di Rakhine State. Pemerintah RI telah dan akan terus memberikan bantuan kemanusiaan, baik ke kawasan Rakhine State maupun untuk para pengungsi di Bangladesh.

"Pemerintah telah mengirim bantuan makanan dan obat-obatan. Ini di bulan Januari dan Februari sebanyak 10 kontainer. Juga telah membangun sekolah di Rakhine State dan juga segera akan membangun rumah sakit yang akan dimulai bulan Oktober yang akan datang di Rakhine State," ucapnya.

Selain itu, Presiden juga menginstruksikan Retno Marsudi untuk bertolak ke Dhaka, Bangladesh. Kunjungan tersebut guna mempersiapkan bantuan kemanusiaan bagi para pengungsi yang ada di Bangladesh.

"Kita harapkan minggu ini kita akan mengirim lagi bantuan makanan dan obat-obatan," tutur Presiden.

Indonesia sendiri telah  menampung para pengungsi dari Rakhine State. Hal itu merupakan salah satu wujud kepedulian dan komitmen Indonesia dalam memberikan bantuan terbaik bagi warga Rakhine.

"Sekali lagi, kekerasan, krisis kemanusiaan ini harus segera dihentikan," tegas Presiden mengahiri pernyataannya.

Turut mendampingi Presiden dalam konferensi pers tersebut Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, dan Wakil Menteri Luar Negeri A.M. Fachir.

Berikut Pernyataan Resmi Presiden Joko Widodo terkait Aksi Kekerasan dan Krisis Kemanusiaan di Rakhine State:

1. Saya dan seluruh rakyat Indonesia, kita menyesalkan aksi kekerasan yang terjadi di Rakhine State, Myanmar.

2. Perlu sebuah aksi nyata bukan hanya pernyataan kecaman-kecaman. Dan pemerintah berkomitmen  terus untuk membantu mengatasi krisis kemanusiaan, bersinergi dengan kekuatan masyarakat sipil di Indonesia dan juga masyarakat internasional.  

3. Saya telah menugaskan Menteri Luar Negeri Republik Indonesia menjalin komunikasi intensif dengan berbagai pihak termasuk Sekretaris Jenderal PBB Bapak Antonio Guterres dan Komisi Penasihat Khusus Untuk Rakhine State, Bapak Kofi Annan.

4. Dan sore tadi Menteri Luar Negeri telah berangkat ke Myanmar, untuk meminta pemerintah Myanmar agar menghentikan dan mencegah kekerasan, agar memberikan perlindungan kepada semua warga termasuk muslim di Myanmar, dan agar memberikan akses bantuan kemanusiaan.

5. Untuk penanganan kemanusiaan aspek konflik tersebut, pemerintah telah mengirim bantuan makanan dan obat-obatan. Ini di bulan Januari dan Februari sebanyak 10 kontainer. 

6. Juga telah membangun sekolah di Rakhine State dan juga segera akan membangun rumah sakit yang akan dimulai bulan Oktober yang akan datang di Rakhine State.

7. Indonesia juga telah menampung pengungsi dan memberikan bantuan yang terbaik.

8. Saya juga menugaskan Menteri Luar Negeri untuk terbang ke Dhaka, di Bangladesh, dalam rangka menyiapkan bantuan kemanusiaan yang diperlukan pengungsi-pengungsi yang berada di Bangladesh. Kita harapkan minggu ini kita akan mengirim lagi bantuan makanan dan obat-obatan.

9. Sekali lagi, kekerasan, krisis kemanusiaan ini harus segera dihentikan.

Saya kira itu yang bisa saya sampaikan pada malam hari ini.

Terima kasih

Jakarta, 3 September 2017

(NP/rri)

Sumber :

Laporan :

Editor : 0

loading...