Surau TV

Banner

Hadapi Pilkada Serentak, Bawaslu Gelar Sosialisasi

Friday, 16 October 2015 | 15:57:27 WIB


PELALAWAN - Sebagaimana diamanatkan UU Nomor 15 Tahun 2015 Pasal 73 ayat 2 dimana Bawaslu bertugas mengawasi penyelenggaraan Pemilu dalam rangka pencegahan dan penindakan pelanggaran untuk terwujudnya Pemilu yang demokratis.

Oleh karena itu Banwaslu RI melaksanakan kegiatan sosialisasi dan tatap muka dengan stakeholder dan masyarakat dalam rangka pengawasan dan penanganan pelanggaran pemilihan Gubernur, Bupati dan Walikota Tahun 2015 di Kabupaten Pelalawan, Jumat (16/10) pagi di Ballroom Grand Hotel Pangkalan Kerinci.

Kegiatan dihadiri oleh Ketua Bawaslu RI Dr Muhammad diwakili Tenaga Ahli Bawaslu RI Syafaruddin, Ketua Bawaslu Propinsi Riau Edi Syarifuddin beserta jajaran, Ketua Panwas Kabupaten Pelalawan Djamaluddin Ali beserta jajaran, organisasi kemasyarakatan, mahasiswa, pelajar dan ratusan masyarakat.

Dalam sambutannya, Tenaga Ahli Bawaslu RI Syafaruddin mengatakan, bahwa sosialisasi dan tatap muka kepada stakeholders dan masyarakat bertujuan untuk mensosialisasikan cara melakukan pengawasan dan penanganan pelanggaran pada  penyelenggaraan Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Walikota 2015 di Provinsi Riau khususnya pemilihan Bupati dan Wakil Bupati di Kabupaten Pelalawan. Selain itu, sosialisasi memiliki sasaran utama agar penyelenggara dan masyarakat dapat membangun suasana demi terciptanya suasana tertib dan aman.

" Kita berharap dengan pelaksanaan kegiatan sosialisasi yang digagas oleh Bawaslu dapat menjadikan suasana yang kondusif pada penyelengaraan pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Pelalawan bisa terwujud dengan damai dan aman," ujarnya.

Syafaruddin juga mengatakan, untuk itu, dalam mencegah terjadinya pelanggaran pemilu dibutuhkan tidak hanya peran penyelenggara namun peran serta partisipasi masyarakat dalam mengawasi tahapan hingga proses rekapitulasi yang merupakan bagian utama dalam penyelenggaraan pemilu demi mewujudkan pemilu langsung, umum, bebas dan rahasia.

" Kita sudah mengevaluasi pemilu legislatif dan presiden dan wakil presiden. Kita tidak mau pelanggaran malah semakin massif. Oleh karena itu kita melakukan pendekatan persuasif, kita berharap pemilu bukan hanya tanggung jawab penyelenggara namun sukses pemilu adalah tanggung jawab bersama," sebutnya.(***

Sumber :

Laporan :

Editor : 0

loading...