Surau TV

Banner

Peduli Kabut Asap, Kades pematang Berangan Bagikan 1000 Masker ke Pengguna Jalan

Image
Wednesday, 07 October 2015 | 00:20:33 WIB


PASIR PANGARAIAN- kepala Desa (Kades) Pematang Berangan, Maisar serta sejumlah pegawai kantor desa, turun ke Jalan Tuanku Tambusai, bagikan sekitar 1000 masker gratis ke masyarakat pengguna jalan raya.

Kegiatan yang digelar Selasa (6/10/2015) sekitar pukul 10 Wib, Kades Maisar beserta sejumlah stafnya, turun ke Jalan Tuanku Tambusai, tepatnya depan simpang menuju kantor Desa Pematang Berangandan bagikan masker gratis ke masyarakat serta pengguna jalan.

“Aksi sosial yang kita lakukan, sebagai kepedulian kita terhadap dampak kabut asap yang terjadi di daerah Rohul ini. Ada 1000 masker yang kita bagikan gratis ke masyarakat dan pengguna jalan raya, dan masker ini diberikan puskesmas Rambah ke Desa Pematang Berangan dan semua kita bagikan gratis,” tegas Maisar.

Bahkan aksi sosial Kades Maisar dan stafnya, mendapat respon positif dari masyarakat dan pengguna jalan raya, bahkan masyarakat sangat antusias. Bahkan setiap kenderaan yang melintas di Jalan Tuanku Tambusai, langsung berhenti di lokasi pembagian masker.

“Ke 1000 masker habis terbagi hanya dalam 10 menit, ini karena masyarakat berebut ingin masker. Mengingat kondisi udara di Kawasan pasir Pangaraian dan sekitarnya juga semakin memburut, bahkan kabut asap juga semakin tebal,” ucap Maisar lagi.

Biaya Pengobatan Di Gratiskan

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), mencatat sepanjang September 2015, laporan masyarakat yang terkena Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) akibat bencana asap capai 4.815 kasus.

Dari laporan penyakit asma selama September, tercatat 388 kasus, iritasi kulit 462 kasus, iritasi mata 552 kasus, dan pneumonia atau paru-paru basah ada 7 kasus.

Menurut pengakuan Kepala Diskes Rohul, drg. Grifino Dahlihardy kepada wartawan mengatakan, laporan penyakit akibat bencana asap berdasarkan laporan dari 21 Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas), yang tersebar di 16 kecamatan yang dihimpun Diskes.

Jelas Grifino, bahwa hampir 60 persen penyakit pasien yang sedang dirawat di RSUD Pasir Pangaraian juga disebabkan kabut asap, diikuti penyakit penyerta lainnya.

“Diskes Rohul  mensosialisasikan bahaya asap ke masyarakat di Taman Kota dan kantor Bupati Rohul,”tegas Grifino di kantornya, Selasa (6/10).

Perobatan Masyarakat Digratiskan bagi masyarakat yang terinfeksi penyakit akibat dampak kabut asap, menurut Grifino, akan digratiskan selama warga membawa identitas dikeluarkan Pemkab Rohul, baik berupa kartu keluarga atau kartu tanda penduduk.

Untuk biaya perobatan Grifino digratiskan tanpa adanya pungutan biaya apapun, karena Plt Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman sudah tetapkan Provinsi Riau termasuk Rohul darurat bencana asap beberapa waktu lalu. “Jelasnya, selama masyarakat memiliki kartu keluarga atau KTP digratiskan, namun lebih baik pakai kartu BPJS Kesehatan,” himbaunya.

Grifino juga menyatakan, sangat menyayangkan banyak daerah di Indonesia yang menuding Provinsi Riau sebagai sumber asap. Padahal, menurut dirinya, sumber asap dari kebakaran lahan dan hutan di Provinsi Sumatera Selatan, Jambi, dan Lampung. “Bila kita lihat, dari aplikasi khusus, sumber asap itu bukan dari Riau,” ucapnya . (***)

Sumber :

Laporan :

Editor : 0

loading...